doa makan yang diajarkan Rasulullah
doa makan yang diajarkan Rasulullah

Doa Makan Inilah yang Ternyata Diajarkan Rasulullah, Ada Haditsnya

Posted on

Sedari dulu pada waktu kecil kita diajarkan doa makan yang berbunyi “Allahumma baariklanaa fiimaa rozaqtanaa waqinaa ‘adzaabannaar”. Tapi apakah doa ini yang benar benar diajarkan langsung oleh Rasulullah?

Disini mimin BangunTidur.com mau mengulas tuntas tentang doa sebelum makan yang sebaiknya kita baca karena memang inilah doa makan yang langsung diajarkan oleh Rasulullah dan jelas sumber haditsnya.

( Baca Sampai Bawah Karena Kesimpulan Doa Makan Ada di Bawah )

Doa Makan Sesuai Ajaran Rasulullah

( Dibahas Mulai Dari Awal )

Doa makan yang berbunyi

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّار
“Allahumma baariklanaa fiimaa rozaqtanaa waqinaa ‘adzaabannaar”
(Ya Allah berkahilah makanan yang telah engkau karuniakan kepada kami, dan jauhkanlah kami dari api neraka)

Doa makan ini dikeluarkan oleh Ath Thabrani dalam Ad Du’a (888),

حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْحَاقَ التُّسْتَرِيُّ، وَمُحَمَّدُ بْنُ أَبِي زُرْعَةَ الدِّمَشْقِيُّ، قَالَا: ثنا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى بْنِ سُمَيْعٍ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي الزُّعَيْزِعَةِ، حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ فِي الطَّعَامِ إِذَا قُرِّبَ إِلَيْهِ: «اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، بِسْمِ اللَّهِ»

“Al Husain bin Ishaq At Tustari dan Muhammad bin Abi Zur’ah Ad Dimasyqi, mereka berdua berkata, Hisyam bin ‘Ammar mengatakan kepadaku, Muhammad bin Isa bin Sumay’i mengatakan kepadaku, Muhammad bin Abi Az Zu’aizi’ah mengatakan, ‘Amr bin Syu’aib mengatakan kepadaku, dari ayahnya (Syu’aib bin Muhammad As Sahmi), dari Abdullah bin ‘Amr radhiallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

Bahwa beliau ketika hendak makan dan hidangan didekatkan kepada beliau, beliau berdoa seperti yang disebutkan diatas tadi.

Begitu juga yang dikeluarkan Ibnu Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah (457) dengan sanad yang sama seperti diatas.

doa sebelum makan
doa sebelum makan

Derajat Hadits Doa Diatas

Berdasarkan penelitian, riwayat ini dikatakan munkar karena terdapat Muhammad bin Abi Al-Zu’aizi’ah yang statusnya munkarul hadits. Seperti yang dikatakan dibawah:

Imam Al Bukhari mengatakan, “ia sangat munkarul hadits” (At Tarikh Al Kabir, 244),
Abu Hatim mengatakan, “ia sangat munkarul hadits“ dan juga “jangan menyibukkan diri dengannya” (dikutip dari Lisanul Mizan, 7/137),
Al Jurjani mengatakan, “ia sangat munkarul hadits, tidak ditulis haditsnya” (Al Kamil fid Dhu’afa, 7/426),
Ibnu Hibban bahkan mengatakan: “ia termasuk di antara para Dajjal, ia meriwayatkan hadits-hadits palsu hingga akhir hayatnya” (dikutip dari Lisanul Mizan, 7/137).

Ada juga riwayat lain yang juga menyebutkan doa makan yang termasuk doa makan diatas. Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwatha (3447), Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf (24512), Al Baihaqi dalam Al Asma’ wash Shifat (370),

عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ؛ أَنَّهُ كَانَ لاَ يُؤْتَى أَبَداً بِطَعَامٍ أَوْ شَرَابٍ، حَتَّى الدَّوَاءُ، فَيَطْعَمَهُ أَوْ يَشْرَبَهُ حَتَّى يَقُولَ: الْحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدَانَا. وَأَطْعَمَنَا وَسَقَانَا. وَنَعَّمَنَا. اللهُ أَكْبَرُ. اللَّهُمَّ أَلْفَتْنَا نِعْمَتُكَ بِكُلِّ شَرٍّ. فَأَصْبَحْنَا مِنْهَا وَأَمْسَيْنَا بِكُلِّ خَيْرٍ. نَسْأَلُكَ تَمَامَهَا وَشُكْرَهَا. لاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ. وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ. إِلَهَ الصَّالِحِينَ. وَرَبَّ الْعَالَمِينَ. الْحَمْدُ للهِ. وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. مَا شَاءَ اللهُ، وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ. اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا. وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“dari Hisyam bin ‘Urwah dari ayahnya (‘Urwah bin Zubair bin Al ‘Awwam) bahwasanya tidaklah ia dihidangkan makanan atau minuman kecuali pasti ia berdoa dengan beberapa doa. Ia makan dan minum sesudah berdoa:

“Alhamdulillaahilladzii hadaanaa wa ath’amnaa wa saqoona wa na’amnaa, Alloohu akbar. Alloohumma alfatnaa ni’matuka bikulli syarrin. fa ash-bahnaa minhaa wa amsaynaa bikulli syarrin. nas-aluka tamaamaha wa syukrohaa. laa khoyro illaa khoyruka. walaa ilaaha ghoyruka. ilaahas shoolihiin. wa robbal ‘alamiin. alhamdulillaah wa laa ilaaha illallah. waa syaa-allahu walaa quwwata illaa billaah. Alloohumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa waqinaa ‘adzaabannaar”

(segala puji bagi Allah yang telah memberi kita hidayah dan telah memberi kita makan dan telah memberi kita minum dan telah memberi kita nikmat. Allah Maha Besar. Ya Allah jauhkanlah nikmatMu ini dari segala keburukan. dan jadikanlah kami di pagi dan sore hari senantiasa dalam kebaikan. kami memohon nikmatMu yang sempurna dan kami memohon hidayah agar bisa bersyukur. tidak ada kebaikan kecuali dariMu. tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain diriMu, engkau Tuhannya orang-orang shalih, dan Tuhannya semesta alam. Segala puji bagi Allah dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Dan segala sesuatu atas kehendak Allah, dan tidak ada daya upaya melainkan atas izin Allah. Ya Allah berkahilah makanan yang telah engkau karuniakan kepada kami, dan jauhkanlah kami dari api neraka)

Riwayat ini shahih namun doa sebelum makan yang ada dalam riwayat ini tidak disandarkan kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, tapi kepada ‘Urwah bin Az Zubair yang merupakan seorang tabi’in thabaqah ke tiga. Sedangkan perbuatan tabi’in bukanlah dalil.

Ada juga yang lain dan dikeluarkan oleh:

Imam Ahmad dalam Musnad-nya (1313),
Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman (5640),
Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf (24509),
Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya (1/70)
Dan semuanya dari jalan Sa’id Al Jurairiy,

، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ الْجُرَيْرِيُّ، عَنْ أَبِي الْوَرْدِ، عَنِ ابْنِ أَعْبُدَ، قَالَ: قَالَ لِي عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ: «يَا ابْنَ أَعْبُدَ هَلْ تَدْرِي مَا حَقُّ الطَّعَامِ؟» قَالَ: قُلْتُ: وَمَا حَقُّهُ يَا ابْنَ أَبِي طَالِبٍ؟ قَالَ: «تَقُولُ بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا» ، قَالَ: وَتَدْرِي مَا شُكْرُهُ إِذَا فَرَغْتَ؟ قَالَ: قُلْتُ: وَمَا شُكْرُهُ؟ قَالَ: «تَقُولُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا»

“.. Sa’id Al Jurairiy mengatakan kepadaku, dari Abul Warad, dari Ibnu A’bud, ia berkata: Ali bin Abi Thalib bertanya kepadaku: ‘wahai Ibnu A’bud, apakah engkau tahu apakah hak makanan?’. Aku pun berkata: ‘apa itu wahai Ibnu Abi Thalib?’. Ia menjawab: ‘hendaknya ia berdoa: Alloohumma baariklanaa fiimaa rozaqtanaa‘. Dan apakah engkau tahu apa bentuk syukur ketika selesai makan?”. Aku berkata: ‘apa itu?’. Beliau menjawab: ‘engkau berdoa: Alhamdulillahilladzii ath’amnaa wa saqoonaa‘”

Riwayat ini juga lemah karena Ibnu A’bud Majhul.

Ibnu Hajar mengatakan: “Ali bin A’bud, terkadang ia tidak disebut namanya dalam sanad, ia majhul” (Taqribut Tahdzib, 4689),
Ali bin Al Madini mengatakan: “ia tidak dikenal” (dikutip dari Tahdzibul Kamal, 4025).

Dan seperti yang disebutkan diatas bahwa riwayat ini tidak disandarkan pada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, melainkan ke sahabat Ali bin Abi Thalib.

doa makan yang diajarkan nabi
doa makan yang diajarkan nabi

Terus Bagaimana Kesimpulannya?

Hadits doa sebelum makan yang berbunyi:

Allahumma baariklanaa fiimaa rozaqtanaa waqinaa ‘adzaabannaar”
(Ya Allah berkahilah makanan yang telah engkau karuniakan kepada kami, dan jauhkanlah kami dari api neraka)

Adalah hadits yang munkar, karena hadits ini bukan berasal dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, doa makan yang dituntunkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam bisa dilihat dibawah.

Doa Sebelum Makan

Doa makan yang diajarkan Nabi Muhammad sebagai tuntunan adalah hanya dengan membaca ‘Bismillah’, seperti yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim dari sahabat ‘Amr bin Abi Salamah radhiallahu ‘anhu:

كنتُ غلامًا في حجرِ رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم فكانت يدي تطيشُ في الصَّحفةِ . فقال لي رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم : يا غلامُ إذا أكلتَ فقلْ : بسمِ اللهِ وكُلْ بيمينِك وكُلْ ممَّا يليك

dahulu ketika aku masih kecil pernah berada di rumah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Ketika itu kedua tanganku menyambangi piring-piring yang ada. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda kepadaku: ‘wahai ghulam, jika engkau hendak makan, ucapkanlah: bismillah. Dan makanlah dengan tangan kanan serta makanlah makanan yang terdekat‘”

Tentang bacaan basmalah, bisa cukup dengan ucapan Bismillah (بسم الله) saja, atau boleh juga dilengkapi dengan bacaan Bismillahirrahmaanirrahiim (بسم الله الرحمن الرحيم).

Akhir Kata dari Penulis

Jadi ternyata Nabi Muhammad hanya mengajarkan doa makan hanya dengan membaca ‘Bismillah’ saja, kamu selama ini pakai yang mana? Boleh kok kalau mempelajari sendiri riwayatnya, nanti kalau mau sharing-sharing bisa disampaikan di kolom komentar :). Mimin bakal usahain untuk balas pertanyaanmu :).

Leave a Reply

Your email address will not be published.