Semua Dibolehkan Kecuali yang Dilarang atau Semua Dilarang Kecuali yang Dibolehkan?

Posted on

Selamat datang semua di Banguntidur.com, tulisan ini tak buat karena beberapa waktu lalu terulang kembali kejadian yang sedikit tidak mengenakkan. Yang bakal tak bahas disini adalah MINDSET atau Pola Pikir.

Tak kasih sebuah contoh kisah fiksi untuk memperjelas, Selamat Membaca

Jadi beberapa waktu lalu setelah kelas ada tugas untuk membuat review dari sebuah jurnal, sebuah tugas yang sudah cukup jelas untuk dikerjakan. Lalu diberikanlah detail tentang tugasnya berisi materi dan rujukan yang di share di grup, sudah cukup jelas bagiku. Lalu tiba-tiba muncul lah chat balasan lain di grup berisi “Pak, ini dikerjakan dimana? Tulisannya ukuran berapa? Terus spasinya gimana pak? Rujukannya blablabla”

APA ITU?‘ Batinku!

Akhirnya setelah mendapatkan pertanyaan seperti itu, muncul lah banyak perintah lain yang berkaitan dengan tugas itu, cukup menyusahkan menurutku. Eh tiba-tiba setelah jawaban diterima, orang yang bertanya tadi ini mengeluh “Aduh, kok banyak banget yaa yang diperintahin” … … …

Ada rasa yang rasanya harus kulampiaskan saat itu, aku masih nggak paham kenapa dia tanya gitu! Apa untuk mencari muka di depan dosen? Atau untuk eksistensi di depan teman? Atau penghargaan dari orang lain? Atau memang dia belum paham dan ragu-ragu atas tugasnya?

Untuk alasan pertama kedua dan ketiga memang nggakbisa di tolerir, itu merupakan penyakit hati yang harus disembuhkan. Maka dari itu aku ingin membahas untuk yang alasan terakhir, mungkinkah dia masih ragu atas perintah yang diberikan? Sangat Mungkin, karena begitulah pola pikir yang dia miliki. Dia takut salah jika melakukan hal yang nggak diperintahkan.

Inilah contoh dari mindset ‘Semua Dilarang Kecuali yang Dibolehkan‘. Membuat kita terus bertanya atas apa-apa yang sudah jelas, memperkeruh keadaan yang seharusnya baik-baik saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published.